Musikalisasi Puisi (Ayah)

Musikalisasi Puisi 🙂
Beberapa waktu lalu saya ada tugas musikalisasi puisi..
saya membuat kata – kata seperti puisi lalu mencocokkannya dengan lagu…
nah, dibawah ini adalah kata-kata untuk musikalisasi puisi karya saya…
silahkan jika mau mencoba..
dinyanyikan dengan iringan nada di lagu Once “Ku cinta kau apa adanya”
silahkan mencocokkan sendiri…

Cek it !!! 🙂

Menyanyikan Puisi

menit ke 00:14
Kau bagai cahaya hidupku…
Yang selalu sinari hariku…
Merelakan hidupmu,
untuk kebahagiaanku,
dan keluargamu…

menit ke 00:45
Ku ingin nanti suatu saat…
ku balas perjuanganmu…
dan kulihat dirimu, tersenyum padaku,
bangga karenaku…

menit ke  01:14
Terimakasih terucap dari hatiku…
percayalah ku akan selalu do’a kan mu…
semoga Tuhan selalu bersamamu…
engkaulah ayahku…
ku menyayangimu selalu…

Membaca puisi

menit ke 01:53

Ayah…
Seorang lelaki gagah dalam hidupku..
Ia tak pernah menyakitiku..
ataupun melukaiku…
Ayah..
laksana pengemangat dalam hidupku…
membuatku terus bertahan..
menghadapi kejamnya dunia..
Terimakasih Ayah….
aku berjanji akan selalu bahagiakanmu..
akan selalu mencoba menumbuhkan senyuman manis di bibirmu…
ayah, maafkan keangkuhanku..
yang selama ini tak pernah berkata “aku sayang ayah”
dengarlah ini suara hatiku…
ungkapan kasih sayangku…
puisi cintaku untuk Ayah…..

membaca puisi berakhir di menit ke 02:49

Kembali menyanyikan puisi

 

menit ke 03:13
Terimakasih terucap dari hatiku…
atas perjuanganmu dalam hidupku…
ayah yakinlah, ku sayang padamu selalu….

menit ke 03:37
Terimakasih terucap dari hatiku…
percayalah ku akan selalu do’a kan mu…
selalu bersedia bahagiakanmu…
apapun terjadi..
ku menyayangimu selalu…

Thanks a lot to my lovely father 🙂
I LOVE YOU My Father..

Image

di depan Gunung Bromo bersama Ayah…

Image

di Pasir Putih Jawa Timur.. bersama ayah, sekitar Tahun 2007
Liburan terbaik yang kuingat bersama keluargaku 🙂

Image

Sekitar tahun 2009 Liburan di Jawa Timur Park bersama seluruh keluarga besar…

Sekian…
Semoga Bermanfaat 🙂

Iklan

DUA RATUS RIBU

“Nek, belikan seragam baru, ya ? seragamku sudah sempit” pintaku
“sabar ya, uang nenek belum cukup. Tunggu bulan depan ya.” kata nenek

Aku menghela napas kecewa, tapi tidak marah. Aku sadar, nenek tidak punya banyak uang. Namaku adalah Fandi. Nenek mengasuhku sejak ayah ibuku meninggal tujuh tahun lalu karena kecelakaan bis.

Esoknya, aku kembali bersekolah dengan seragamku yang usang dan sepatuku yang beberapa bagiannya telah robek. Tetapi, peralatan sekolahku yang seperti ini tidak mengahalangi aku untuk belajar disekolahku ini. Sepulang sekolah, aku dan teman-teman berjalan melewati kebun kelapa milik Pak Sabar, kulihat ada beberapa orang sedang memanen kebun Pak Sabar.

Sesampainya dirumah Nenek sudah menyambutku dan sudah mempersiapkan sarapanku. Lalu, akupun makan bersama Nenek dengan lauk pauk seadanya. Saat makan aku teringat saat pulang sekolah tadi,
“nek, boleh aku bekerja?” tanyaku tiba-tiba
nenek menatapku sedih dan bertanya “mau kerja apa?”
“memetik kelapa di kebun Pak Sabar” jawabku pasti
Nenek tampak khawatir “tapi, itu berbahaya. Pohon kelapa sangat tinggi. Kalau jatuh, kamu bisa mati.” ujar nenek
“tapi aku kan jago memanjat Nek” belaku
“kalau tetap ingin bekerja, mengapa tidak mengupas atau memunguti kelapa saja” ujar Nenek
            Wah Nenek betul, aku setuju dengan usul Nenek. Dengan berat hati, nenek akhirnya mengizinkan aku bekerja. Sore harinya, aku pergi kerumah Pak Sabar untuk memohon pekerjaan.
“berapa umurmu?” tanya Pak Sabar
“sepuluh tahun Pak” jawabku pelan
Pak Sabar mengamatiku dan berkata “aku tidak memperkerjakan anak-anak”

Aku kecewa mendengarnya. Ketika hendak pergi Pak Sabar menahanku. Beliau mengambi dompet dari sakunya dan mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan dari dompet. Itu lebih besar dari pada upah memetik, memunguti, dan mengupas kelapa kalau dijadikan satu. Lalu beliau memberikannya padaku.
“untuk keperluan sekolahmu” katanya

Mataku berkilat riang menerimanya. Tanganku gemetar. Belum pernah aku memegang uang sebanyak itu. Terbayang olehku seragam baru, sepatu baru, buku-buku baru, dan tas baru. Akan tetapi, aku meletakka uang itu diatas meja
“saya tidak bisa menerima uang ini, Pak” kataku
“kenapa?” tanya Pak Sabar heran
“karena saya harus bekerja untuk mendapatkannya” jawabku tegas
“oh, begitu” kata Pak Sabar sambil menyimpan kembali uang itu didompetnya.
“aku tetap tidak bisa menerimamu bekerja disini” kata Pak Sabar

Hilanglah kesempatanku untuk mendapat uang dua ratus ribu. Walau begitu aku tidak putus asa. Panen kelapa kebetulan dilakukan pada hari minggu. Pagi-pagi, aku pergi ke kebun kelapa Pak Sabar. Di sana, aku melihat Pak Sabar sedang mengawasi para pekerjanya. Aku menghampirinya dan memohon agar diperbolehkan ikut bekerja. Usahaku tidak sia-sia.
Pak sabar menghela nafas kemudian bertanya, “kamu mau kerja apa?”
“memunguti dan mengupas kelapa” jawabku takut-takut
“baiklah, kamu boleh ikut bekerja. Tapi bila kamu malas, jangan harap mendapat upah” kata Pak Sabar

Aku pun segera bergabung dengan pekerja yang lain. Memunguti kelapa ternyata tidak semudah yang kubayangkan. Terkadang, kelapa-kelapa itu jatuh dan menggelinding ke semak-semak berduri, jatuh ke jurang yang curam, atau ke sungai yang berarus deras. Mengupas kelapa sepertinya lebih mudah. Caranya tinggal menancapkan kelapa ke ujung linggis yang diberdirikan, kemudian kelara ditekan kebawah hingga sabutnya sobek. Namun, karena linggisnya tajam, Pak Sabar melarangku dan hanya mengizinkan aku memunguti kelapa ditempat yang mudah.

 

Karena harus bolak-balik memunguti kelapa, aku letih juga. Tenagaku hampir habis. Upah yang kuterima hanya sedikit. Tapi aku bangga. Karena uang itu kudapat dengan susah payah, bukan mengemis. Dan sorenya, aku bersama nenek pergi ke toko untuk membeli seragam baru.

Saat kami pulang, seseorang telah menunggu didepan rumah. Ia pesuruh Pak Sabar. Ia membawa buku-buku, sepatu, seragam, tas, dan……………… sepeda baru.
“ini untukmu dik” kata kakak itu
“untukku ? tapi kenapa Pak Sabar memberiku hadiah-hadiah ini ? apa yang telah aku lakukan ?” tanyaku heran

Kakak itu menjelaskan bahwa Pak Sabar suka padaku, karena aku tidak kenal menyerah. Juga karena aku lebih memilih bekerja daripada uang dua ratus ribu. Nenek menagis haru disampingku.
“terimalah nak,” kata nenek padaku sambil menyeka air matanya

Aku mengangguk gembira. Aku bersyukur, masih ada orang yang sangat dermawan seperti Pak Sabar. Terimakasih pak, batinku…..

 

semoga terhibur…
(pernah jadi tugas,, dikutip dari majalah bobo edisi berapa ya saya lupa 😀 yang jelas udah lama banget, jamannya saya SD mungkin 😀 hahaha )

THE LEGEND OF “BANYUBIRU”

Image

Long of time, there were two people. They lived in the forest near of the Sumberejo village, Winongan distric, Pasuruan regency. They were the former soldier of Majapahit Kingdom. They were Kebut and Tombro. They made the forest to be settlement. Now, known by the name Jambaan village.

They lived in a peace they managed the land. In addition to live, Kebut opened a blacksmith shop. Since before he was known as the expert made the knife and other sharp weapons.  Tombro just farming. He had two buffaloes. The ricefield was plowed by these buffalo.  Kebut had some monkeys. The monkeys accompanied Kebut to find some fruits in the forest.

One day, Tombro’s buffaloes would go to eat in the field. As ussual the buffaloes went alone they weren’t accompanied by their owners. In the afternoon the buffaloes were usually home alone to the back house. But, in this afternoon when Tombro would close the stable door, he didn’t see his buffaloes. He looked for the buffaloes around the village. Then, he saw his buffaloes in a small pond. Before, he never saw the pond. It is the strange pond. Then Tombro hit his buffalo  so they came out from the puddle. But, the buffaloes didn’t move. The buffalo was apparently trapped in the mud. So, he immediatly picked four Taro leaves and spreaded them to the buffaloes. Then the buffaloes went out from the mud and ran toward the barn.

Tombro stood near of the pond. He saw a strange phenomena. Now, he didn’t  see the turbit mud in the pond. But, he saw the water that was very clean. Then, he saw two small fishes that swam among the branch at the bottom of the pond. He back to the house and told Kebut about this. Kebut and Tombro went to the place and they took care of the place. Time to the time the small pond was changed to be a big pool. And the two fishes breed and to be a lot. The fishes name was “Tombro” fishes. And the people called the place “BANYUBIRU”.

Image

Kebut’s monkies developed into a lot too and since Kebut was dead the monkies usually were hunted by the Japanes soldier. So the monkies went to the forest near of the Umbulan village. We could find the grave of Tombro and Kebut in Banyubiru.

Every Friday, there are many people who come and swim in Banyubiru. They belived that the water in Banyubiru makes us young and it makes us lucky.

 

 

Banyubiru is located in east of Winongan district, Pasuruan regency, East Java, Indonesia…

Image

You can also find many unique things in Banyubiru. Such as : Grave, Stupe, and some statue..

Image

There are 2 natural pool and 2 artificial pool…

Image

Feel the excitement while swimming in the fresh water and swim between many big fishes…

Image

Come and Have Fun !!

How to Transplanting (cara mencangkok)

Material and Instrument :
(bahan dan alat)

– Plant
(tanaman)
– One-meter rope and divided into 2. 
(satu meter tali dibagi dua)
– A little cotton wool and clean water.
(kapas dan air bersih)
– Disinfectants for plants.
(desinfektan untuk tanaman)
– Land grilled taste.
(tanah gembur)
– Two (2) plastic sheets that have been perforated polybags.
(dua plastik polybag / plastik berlubang)
– A razor blade.
(silet)
– A plant cuttings
(gunting tanaman)

Image

Steps:

1. Select branches that are not too old (hard) and also not too young.
(pilih cabang yang tidak terlalu tua (berbatang keras) dan tidak juga terlalu muda

Image

2. After finding the appropriate branch, so roughly about 10 cm in length, the skinned limb skin using a razor blade.
(setelah menemukan batang yang pas,, lalu kuliti batang dengan panjang sekitar 10 cm menggunakan pisau tajam atau silet) : HATI-HATI SAAT MELAKUKANNYA !!!

Image

3. After that, use a wet cotton wool with clean water and clean the parts branch that had been flayed.
(Setelah itu, gunakan kapas basah dengan air bersih dan bersihkan bagian yang telah dikuliti)

Image

4. Place plastic wrap plastic so the bottom branches, then fill with ground roasted.
(lingkarkan plastik polybag / plastik berlubang dibawah sayatan batang)

Image

 

5. Then fill with ground roasted.
(lalu isi dengan tanah secukupnya)

Image

6. Wrap with plastic wrap both like candy. Tie both ends by rope so it can wrap the entire tree limb that had been flayed.
(Bungkus batang dan tanahnya dengan plastik seperti permen. Lalu, ikat kedua ujungnya dengan tali sehingga dapat membungkus seluruh dahan pohon yang telah dikuliti)

Image

7. Watered grafts with a number of clean water.
(siram cangkokan dengan air bersih secukupnya)

Image

 

Some things to note :
(catatan)

– Do it with caution especially when skinning because:
– Tubes filters on the plant if the damage would cause the failure of the transplant.
– Network under the skin around the plant is very weak and vulnerable to bacterial or viral infection.
– Select a branch that has a diameter of approximately between 5 cm to 7 cm.
– To sprinkler does not require much water and only need watering once a day to avoid spoilage.

Lakukan dengan hati-hati terutama saat menguliti karena:
– Tabung filter pada tanaman jika kerusakan akan menyebabkan kegagalan transplantasi.
– Jaringan di bawah kulit di sekitar tanaman sangat lemah dan rentan terhadap infeksi bakteri atau virus.
– Pilih cabang yang memiliki diameter sekitar antara 5 cm hingga 7 cm.
– Untuk sprinkler tidak memerlukan banyak air dan hanya perlu disiram sekali sehari untuk menghindari pembusukan.

 

If you follow the steps – steps above, you are guaranteed that the outcome of grafts will be successful in a period of around 2 months
Jika Anda mengikuti langkah – langkah di atas, Anda dijamin bahwa hasil cangkokan akan berhasil dalam kurun waktu sekitar 2 bulan

 

GOOD LUCK 🙂